belongs to kikie

November 18, 2009

badmood chit-chat

Filed under: Uncategorized — belongstokikie @ 2:05 am

Waw, it’s been a long looong loooong time since the last time I wrote. Well, being a 9th grader makes me so damn busy these days. Hahaha, what a reason. Hemm what can I do? That sickening National Examination will be held at the fourth week of March. Crap.

 

Whenever I look at my friends’ faces, it seems like there’s something that bothers them so much. And National Exam is one of the reasons that lies behind OUR bothered faces. I bet it.

 

Maybe our government thinks this exam will improve our educational range. But sadly, it only depressed us more. Go home from school at 3 pm, go to the course at 3.30 til 6 pm, studying at home from 7 pm thru 9 pm, wake up at 3 am, study AGAIN, go to school….. really a bunch of tiring activities. Say hello to health. Ha

 

Okay, no more whining. Just do whatever it takes, and pray for best…

 

(I’m in a really bad mood, thanks to PMS -_____-”)

November 6, 2008

posting malam hari

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — belongstokikie @ 2:33 pm

Ternyata udah lama yah gue ga nulis di wordpress. Sebenernya, gue bikin wordpress buat mem-publish tulisan gue yang lebih serius, karena sarana curhat gue kebanyakan di multiply. Berhubung teman-teman saya suka “rada-rada” kalo maen ke multi, ya sekali-sekali gue nulis di sisni deh. Lumayan buat nambah-nambahin. Hehehe :D

Hm.. saya mau tanya pendapat temen-temen nih. KIta semua tau kan, kalo Obama menang pemilu. Selama ini di korankita selalu baca melalui POV orang dewasa. Naaah, menurut temen-temen (terutama para remaja), apa arti kemenangan Obama buat kita?? Ditunggu jawabannya!!

May 23, 2008

UN : pro atau kontra?

Filed under: article — Tags: — belongstokikie @ 1:13 pm

Penyelenggaraan UN selama ini, dari pertama penyelenggaraan hingga sekarang, selalu diikuti dengan pro dan kontra. Pemerintah menjadikan UN sebagai satu-satunya sarana kelulusan bagi murid SD –dalam hal ini disebut UASBN karena standar kelulusan ditentukan sekolah masing-masing -, SMP dan SMA. Pro dan kontra selalu terjadi, dari awal UN diselenggarakan hingga sekarang, dan berbuntut dengan demonstrasi bahkan pemerintah pun dituntut ke pengadilan.

Sebagian besar pihak yang pro akan UN beranggapan bahwa UN merupakan satu-satunya jalan untuk standarisasi sekolah-sekolah di Nusantara, dan berbuah pendidikan di Indonesia dapat menyaingi negara-negara tetangga. Pihak yang kontra sendiri beranggapan bahwa UN tidak dapat mewakili kerja keras anak-anak setelah sekian lama belajar di sekolah. UN tidak dapat menilai kemampuan anak sehari-hari, karena kelulusan hanya ditentukan dengan tes tertulis saja, pilihan ganda pula.

Bagaimana dengan para murid sendiri? Bagaimana pendapat mereka? Para orangtua dan pejabat rebut sendiri tentang penyelenggaraan UN yang diwarnai berbagai pelanggaran mulai dari bocornya soal sampai guru-guru membetulkan jawaban muridnya, sedangkan para siswa sendiri mau tak mau kondisi psikologisnya ikut terganggu.

Tekanan mental yang dihapadapi para murid yang akan menjalani UN sangat beragam, mulai dari kemarahan mereka yang menganggap keputusan pemerintah tidak fair, kecemasan akan soal-soal ujian, dan juga kecemasan akan passing grade yang terlampau tinggi untuk beberapa daerah di Indonesia. Selain itu, kondisi kesehatan para murid juga mau tidak mau terganggu juga. Bayangkan, sebelum UN merek harus menghadapi beberapa kali Try Out, kemudian juga ujian akhir sekolah dan ujian praktek. Bagaimanapun juga, hal tersebut menguras stamina para siswa. Tidak heran, menjelang UN banyak siswa yang sakit akibat kelelahan. Belum lagi bila seorang siswa memiliki penyakit bawaan yang cukup fatal seperti penyakit jantung. Hal tersebut memang benar-benar terjadi. UN telah memakan korban jiwa, seperti seorang anak SMA (letaknya saya lupa) yang tiba-tiba tak sadarkan diri saat mengerjakan soal UN-nya dan saat dibawa ke rumah sakit nyawanya sudah tak tertolong.

Memang, kualitas pendidikan di negeri ini butuh standarisasi jika ingin bisa bersaing dengan negeri tetangga. Tetapi, penyamarataan passing grade pada setiap sekolah juga bukan tindakan yang tepat. Pemerintah menuntut standar yang tinggi dari setiap sekolah di penjuru nusantara, sedangkan sarana dan prasarana yang disediakan untuk sekolah-sekolah yang berada diluar kota-kota besar masih minim. Di beberapa daerah, kekurangan tenaga pengajar juga masih menjadi masalah. Belum lagi masalah tunjangan guru yang acap kali tidak dibayar oleh pemda. Selain itu, akses informasi terkadang terhambat oleh berbagai hal seperti putusnya aliran listrik dari PLN.

Salah satu hal yang tidak disetujui pihak yang kontra akan UN adalah dijadikannya UN sebagai satu-satunya sarana kelulusan siswa. Walaupun dulu masih ada Kejar Paket C, mulai tahun ini yang tidak lulus terpaksa mengulang satu tahun lagi. Dimana keadilan terhadap anak didik yang telah sekian lama menuntut ilmu?

Yang dapat dilakukan para siswa hanya belajar keras demi memenuhi passing grade tersebut, karena aspirasi mereka toh tetap tidak didengar oleh pemerintah…

Standarisasi boleh saja dilakukan, tetapi passing grade setiap sekolah tidak dapat disamaratakan. Jika tetap keukeuh dengan passing grade yang tinggi, perbaiki dulu sarana dan prasarana sekolah-sekolah di Indonesia. Selain itu, jangan jadikan UN penentu kelulusan siswa. Sediakan opsi lain untuk mengejar kelulusan. Toh hal tersebut juga untuk bangsa dan negara…

May 22, 2008

The Chronicles of Narnia : Prince Caspian

Filed under: review — Tags: , — belongstokikie @ 3:11 pm

ehehe.. copas dari multi gue yah.. :D

Keempat kakak-beradik Pevensie yang sedang menikmati keseharian mereka sebagai pelajar, merindukan petualangan mereka di Narnia setelah setahun mereka berada di dunia nyata. Pucuk dicinta ulam tiba, saat berada di stasiun kereta api, mereka “terhisap” dan kembali ke Narnia yang mereka rindukan.

Sesampainya mereka di Narnia, mereka mendapati keadaan yang jauh berbeda dengan yang dulu. Cair Paravel, istana tempat mereka tinggal dulu, telah hancur dan terlihat sisa penyerangannya.

Ternyata, kembalinya mereka ke Narnia berkat terompet ajaib milik Susan yang ditiup oleh Pangeran Caspian yang melarikan diri dari istananya. Usut punya usut, Caspian kabur dari istana karena diperintahkan oleh gurunya, yang ternyata masih keturunan dwarf, agar ia terselamatkan dari niat busuk Lord Miraz, paman dari Caspian sekaligus juga menyelamatkan para warga Narnia yang terjajah dan hampir punah akibat serangan dari bagsa Telmarine. Lord Miraz ingin menyingkirkan Caspian dari istana dan merebut kekuasaan dari tangan Caspian yang merupakan penerus takhta yang sah dan menyerahkan kekuasaan itu kepada anak lelakinya yang baru saja lahir.

Kembalinya Peter, Susan, Edmund, dan Lucy ke Narnia membawa semangat baru kepada para penduduk Narnia dan Caspian sendiri. Bersama Trumpkin “DLF” sang Dwarf, Trufflehunter sang Luak yang Dapat Berbicara, Centaurus, dan para penduduk Narnia yang lain, Caspian bersama Peter, Susan, Edmund, Lucy dan tentu dibantu Aslan pun memulai pertempuran mereka melawan Miraz dan pasukannya, dan tentunya dibumbui oleh perasaan Caspian terhadap Susan…

author’s note : ok, another four thumbs up-movie! menurut gue, filmnya digarap keren banget! walopun ada sedikit yang diubah dari bukunya, tapi ngga begitu ngaruh dan ga ngubah alur film. adegan perangnya pun keren banget! menurut gue, bisa nyaingin adegan perangnya Lord of The Ring. pokok’e, maknyuss!

May 21, 2008

sang pemimpi – english review

Filed under: Uncategorized — Tags: , — belongstokikie @ 2:39 am

author’s note : yang versi b indonya udh gue publish di multi, jdi yg disini versi bhs inggris ja ya…

Sang Pemimpi

The second book of Laskar Pelangi Tetra Logy

this book tells about Ikal with his cousin, Arai, the ‘Simpai Keramat’ and their partner in crime, Jimbron, the horse-maniac in their senior high school life in SMA Negeri Bukan Main.

Beside the story of Ikal and Arai’s fight to set their feet in the pure altar of Sorbonne, which is said by Mr. Balia –the principle and literature teacher of SMA Negeri Bukan Main-, this book also tells about Ikal, Arai, and Jimbron who start to grow up. The times when Ikal feels down, pessimistic, and desperate with his dreams. And also the story about Arai’s first love, Zakiah Nurmala, who is unfortunately, unresponsive with Arai’s love.

The friendship of these three genius trouble-makers is really touching and of course decorated with the naughtiness of Senior High School student, like hiding in the fish container and making people think that they are mermaids.

My comment is, four thumbs up for Andrea Hirata! It’s like reading literature, but packed in an amusing and enjoyable way. The must-read book for the teens!

“Janganlah bersikap pesimis, karena pesimis itu adalah tindakan yang mendahului nasib…”
-Arai-

first posting..

Filed under: Uncategorized — Tags: , — belongstokikie @ 2:27 am

okay, this my first posting at wordpress. actually, I dunno what to say :D

hm..

saiia ngelanjutin nulis di multi dulu yah…

ciao!

Hello world!

Filed under: Uncategorized — belongstokikie @ 2:21 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog at WordPress.com.